Manusia Ber-“Integritas” Peduli Lingkungan
Integritas dapat
diartikan sebagai sesuatu yang “utuh” atau satu kesatuan dalam sebuah nilai,
bentuk atau sikap. Dari suatu nilai integritas dapat dihasilkan sesuatu yang
bermakna kekuatan yang solid, dan berdaya tinggi. Reza A.A Wattimena[1]
mendefinisikan integritas sebagai sebuah paradox yang berakar pada hidup yang
bijaksana.
Dalam peradaban saat ini, masalah lingkungan telah menjadi
masalah isu global. Kita semua yang menghuni bumi ini tidak bisa lepas dari
peran kehidupan alam dan lingkungan. Permasalahan lingkungan disatu belahan
dunia, secara langsung atau tidak langsung akan menjadi permasalahan juga bagi
belahan dunia lainnya. Kita tentu masih ingat bagaimana dunia diributkan dengan
berita mencairnya gunung es di belahan kutub utara akibat efek pemanasan global
dan hilangnya lapisan ozon yang memicu naiknya permukaan air laut dunia serta
mengancam kehidupan masyarakat dipesisir pantai bahkan beberapa pulau akan
hilang tenggelam dibawah permukaan air laut. Ironisnya, sebagai “penerima
akibat” kerusakan lingkungan justru diklaim paling banyak diakibatkan oleh manusia
sendiri sebagai “penyebab” yang semakin bergantung pada produk teknologi yang
banyak menggunakan bahan bakar dan seperti berlomba melakukan aktifitas pemicu pemanasan
global.
Sebagaimana dijelaskan diawal, seorang yang berintegritas dalam dirinya cenderung
akan mendasarkan hidupnya pada nilai-nilai kebijaksanaan atau melakukan segala
sesuatu dengan arif dan bijaksana. Seorang manusia yang berintegritas akan
senantiasa berusaha melakukan semua nilai kebaikan dengan utuh, tidak setengah-setengah. Ia akan bersikap bijak tidak hanya bagi diri
sendiri, tapi juga orang lain, bahkan bagi alam lingkungannya.
Sekarang, kembali kepada diri kita sendiri. Bagaimana kita menempatkan nilai
integritas yang kita miliki sebagai bagian sikap peduli kepada lingkungan.
Nilai integritas yang kita junjung tingi tidak hanya diwujudkan dengan bekerja
dengan standar profesionalisme tinggi, atau sekedar bersikap dan berkata benar.
Lebih dari itu, integritas diwujudkan dengan bersungguh-sungguh melakukan upaya
perlindungan lingkungan.
Mulailah dari hal-hal sederhana seperti selalu mematikan lampu jika sedang tidak digunakan, membuang sampah hanya pada tempatnya, menggunakan air seperlunya, tisu seperlunya, mengurangi penggunaan kantong plastik, dan hal-hal lainnya.
Jadi, tunggu apa
lagi,...? Mari kita menjadi manusia berintegritas sesungguhnya, dan selamatkan
bumi dari sekarang.
[1] Dosen Filsafat
Politik, Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya pada tulisannya yang dimuat di http://rumahfilsafat.com/2010/12/14/misteri-integritas-diri/

Comments
Post a Comment